hero-image

Kenali Fintech: Definisi, Dasar Hukum, Jenis, dan Manfaat.

Kamu punya uang digital dan sering transaksi lewat scan QRIS? Kalau iya, berarti kamu sudah menggunakan salah satu produk fintech. Tapi, apa kamu tahu pengertian fintech yang sebenarnya?

Di artikel ini, kami akan sharing insight tentang apa itu fintech, dasar hukum, jenis, hingga manfaatnya.

So, fasten your seatbelt, and off we go!

Apa itu Fintech?

Fintech adalah gabungan finansial dan teknologi untuk memudahkan transaksi keuangan. Belum tahu jenis-jenisnya? Yuk, cari tahu di sini.

Dikutip dari Bank Indonesia, fintech adalah gabungan antara financial dengan technology yang mengubah model bisnis keuangan konvensional menjadi lebih mudah dan cepat diakses. 

Dengan adanya fintech, proses pembayaran yang dulunya mengharuskan tatap muka dan menggunakan uang cash, sekarang bisa dilakukan dalam hitungan detik saja bahkan dari jarak jauh. 

Awalnya, fintech hanya digunakan pada teknologi komputer untuk back office bank atau organisasi perdagangan. Tapi, seiring waktu, penerapan teknologi fintech mulai menyebar ke berbagai sektor keuangan, baik itu personal maupun komersial, seperti, transfer uang, mobile banking, pengajuan kredit, pengumpulan uang untuk memulai bisnis, hingga pengelolaan investasi.

Industri fintech sendiri di Indonesia mulai melonjak sejak pertengahan tahun 2010. Dengan support modal yang masif dan teknologi yang terus berkembang, perusahaan-perusahaan fintech rintisan pun bisa semakin melangkah jauh dalam eksplorasi bisnisnya. Eksplorasi tersebut termasuk mengakuisisi perusahaan baru dan mengembangkan produk fintech mereka sendiri. 

Dasar Hukum Fintech.

Meskipun eksistensi fintech sudah semakin dikenal, tapi tidak bisa dipungkiri kalau masyarakat masih sering mengalami krisis kepercayaan pada layanan-layanan fintech. 

Kenapa begitu? Karena banyak sekali kasus penipuan yang modus operandinya dilakukan secara online. 

Jadi, untuk mengatur jalannya bisnis fintech dan meningkatkan kepercayaan masyarakat, fintech yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tersebut diatur dalam beberapa perundang-undangan, antara lain: 

  • Peraturan Jasa Keuangan No. 77/POJK.01/2016 mengenai Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi
  • Peraturan Bank Indonesia No. 18/40/PBI/2016 tentang Penyelenggaraan Pemrosesan Transaksi Pembayaran
  • Surat Edaran Bank Indonesia No. 18/22/DKSP perihal Penyelenggaraan Layanan Keuangan Digital
  • Peraturan Bank Indonesia No. 18/17/PBI/2016 tentang Uang Elektronik

Dengan adanya peraturan yang mengikat penyelenggaraan bisnis fintech, kita bisa merasa tenang karena keamanan dan kredibilitasnya terus diawasi oleh aparat negara.

Baca juga:  6 Manfaat Asuransi Kesehatan untuk Siasati Dampak ISPA.

Jenis-Jenis Fintech.

Industri keuangan memiliki cakupan yang sangat luas, sehingga penerapan teknologi di industri ini pun bermacam-macam, mulai dari sistem backend, produk, hingga layanan yang mereka tawarkan.

Berikut ini jenis-jenis fintech yang beroperasi di Indonesia.  

1. Crowdfunding.

Crowdfunding atau penggalangan dana adalah salah satu jenis fintech yang ada di Indonesia. 

Sebelumnya, orang-orang menggalang dana atau berdonasi secara manual. Namun, dengan adanya sentuhan teknologi di dunia fintech, crowdfunding bisa diubah menjadi sistem penggalangan dana yang lebih cepat dan efisien, tanpa memerlukan kehadiran fisik pendonasi. 

Contohnya saat masyarakat beramai-ramai berdonasi di laman kitabisa.com untuk membantu rakyat Palestina baru-baru ini.

Sedangkan kitabisa.com sendiri termasuk dalam startup fintech yang berjenis crowdfunding dan tengah populer beberapa tahun terakhir.

2. Microfinancing.

Microfinancing adalah salah satu jenis fintech yang fokusnya untuk memberikan biaya atau modal bagi masyarakat menengah ke bawah, yang bisa mereka gunakan untuk bisnis atau usaha.

Kenapa harus ada microfinancing? Karena akses ke institusi perbankan belum bisa dirasakan secara luas, apalagi masyarakat kelas bawah. Maka dari itu microfinancing hadir untuk membantu permasalahan tersebut. 

Amartha adalah salah satu startup yang bermain di sektor ini. Mereka menghubungkan pengusaha kecil di desa dengan pemberi modal melalui channel online yang mereka sediakan.

3. Peer-to-Peer (P2P) lending service.

Seperti namanya, jenis fintech ini lebih berfokus untuk memberikan pinjaman uang (pinjaman online atau pinjol) kepada masyarakat. Dengan adanya P2P Lending Service, masyarakat bisa dengan mudah mendapatkan pinjaman, tanpa proses lama dan berbelit yang biasanya terjadi di bank konvensional. 

Sudah banyak P2P Lending Service yang dikenal masyarakat. Namun, untuk bisa mendapatkan transaksi yang aman dan terpercaya, sebaiknya kamu memilih layanan dari perusahaan yang sudah berlisensi dan diawasi oleh OJK ya.

Dirangkum dari CNBC Indonesia, berikut ini adalah daftar terbaru beberapa P2P Lending Service (pinjol) yang sudah mendapatkan lisensi dari OJK:

  1. Kredit Pintar
  2. JULO
  3. OVO Finansial
  4. EASYCASH
  5. Danain
  6. Aktivaku
  7. AdaModal

4. Market comparison/aggregator.

Fintech yang menjalankan model bisnis market comparison/aggregator biasanya akan menyediakan layanan informasi perbandingan produk keuangan dari beberapa penyedia jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat, seperti informasi KPR, kartu kredit, jenis-jenis tabungan, produk asuransi, dan sebagainya.  

Dengan adanya jenis fintech ini, kamu tidak perlu bersusah payah mencari informasi satu per satu. Kamu bisa dengan mudah dan cepat mengetahui kelebihan dan kekurangan dari suatu produk atau penyedia layanan fintech melalui aggregator ini.

Beberapa aggregator yang ada di Indonesia adalah Cermati, Cekaja, and Tunaiku.

Baca juga:  Mengenal Apa Itu Asuransi: Cara Kerja, Unsur, Fungsi, Jenis.

5. Digital payment system.

Fintech dengan fokus bisnis digital payment system menyediakan layanan one-stop platform untuk semua keperluan pembayaran kamu, mulai dari bayar listrik PLN, bayar cicilan rumah, bayar SPP, hingga transaksi belanja fashion dan makanan.

Semua kemudahan itu bisa kamu dapatkan dari satu aplikasi atau website yang mereka tawarkan. 

Beberapa contoh fintech yang menyediakan layanan pembayaran antara lain, OVO, DANA, GoPay, ShopeePay, dan lain sebagainya.

6. Insurtech.

Insurtech adalah singkatan dari insurance dan technology. Seperti namanya, insurtech menawarkan produk dan layanan asuransi yang dioptimalkan dengan penggunaan teknologi canggih. 

Dengan penerapan teknologi, produk-produk asuransi kini tidak lagi itu-itu saja. Insurtech bisa menawarkan produk-produk asuransi yang lebih personal untuk kebutuhan tiap pelanggan yang berbeda-beda, dengan harga yang tentu lebih bersahabat. 

Selain itu, proses berasuransi juga jadi lebih mudah dan cepat. Kamu tidak perlu lagi datang ke kantor asuransi untuk mengajukan klaim. Justru, hanya lewat aplikasi saja, kamu bisa mengajukan klaim dan menunggu proses yang tidak berbelit-belit. 

Beberapa insurtech yang populer di Indonesia antara lain Sunday Indonesia, PasarPolis, dan Igloo.

Baca juga: InsurTech 101: Pengertian, Manfaat, dan Jenisnya di Indonesia. 

Perbedaan Fintech dengan Insurtech.

Meskipun akhir-akhir ini insurtech semakin dikenal, nyatanya masih banyak yang bingung tentang perbedaan antara insurtech dengan fintech. Wajar saja, karena keduanya memang sama-sama berada di lingkup finansial dan teknologi.

Tapi, yang perlu diingat baik-baik adalah insurtech merupakan salah satu jenis bisnis fintech.

Selain itu, perbedaan yang paling mencolok dari keduanya adalah insurtech hanya berfokus pada asuransi dan teknologi, sedangkan fintech mencakup seluruh industri keuangan dan teknologi, termasuk insurtech itu sendiri. 

Manfaat Fintech.

Inovasi fintech yang muncul tidak hanya memudahkanmu dalam mengelola uangmu, tapi juga memberi banyak manfaat yang signifikan. 

Simak lima manfaat utama fintech di bawah ini, yuk!

1. Kemudahan transaksi dan pembayaran.

Fintech memberi kemudahan dalam proses transaksi dan pembayaran. Dengan adanya aplikasi digital payment dan platform perbankan online, kamu bisa bertransaksi kapan saja dan di mana saja tanpa harus mengunjungi bank atau mesin ATM. 

Hal ini bukan hanya menghemat waktu, tetapi juga memberikan kamu fleksibilitas yang lebih besar dalam mengelola keuanganmu sehari-hari.

2. Peningkatan aksesibilitas keuangan.

Salah satu dampak positif dari fintech adalah meningkatnya aksesibilitas keuangan. 

Dengan adanya layanan peminjaman (peer-to-peer lending) dan pengumpulan dana (crowdfunding), masyarakat yang sebelumnya kesulitan untuk mendapatkan dukungan keuangan sekarang memiliki peluang untuk memperoleh bantuan finansial dari siapa pun. Inovasi ini membuka pintu pertumbuhan ekonomi di kalangan masyarakat yang lebih luas.

Baca juga:  Asuransi Kesehatan: Jenis, Manfaat, Syarat, dan Tips Memilih.

3. Pengambilan keputusan keuangan yang cerdas.

Fintech memberi perubahan signifikan dalam bagaimana kita menganalisis dan memahami keuangan pribadi. 

Penerapan teknologi kecerdasan buatan (AI) pada beberapa aplikasi keuangan modern, dapat membantu kamu menganalisis spending behaviour kamu, memberikan saran investasi, dan membantu perencanaan keuangan jangka panjang. Jadi, kamu bisa punya keputusan keuangan yang lebih cerdas dan terinformasi.

4. Keamanan dan perlindungan data.

Meskipun keamanan teknologi sering menjadi kekhawatiran, tapi perlindungan data dan keamanan finansial sebenarnya menjadi prioritas utama fintech dalam operasionalnya. 

Sistem enkripsi dan teknologi keamanan modern yang diterapkan perusahaan fintech, membantu melindungi informasi keuangan kamu dan pengguna lainnya, sehingga harapannya kepercayaan masyarakat terhadap layanan fintech dapat terus meningkat.

5. Efisiensi operasional untuk bisnis.

Fintech tidak hanya bermanfaat bagi individu, tapi juga memberikan banyak keuntungan untuk dunia bisnis. 

Dengan adanya solusi keuangan digital, perusahaan bisa mengelola keuangan, melakukan pembayaran, dan melacak transaksi dengan lebih efisien. Hal ini bisa mengurangi biaya operasional dan meningkatkan produktivitas bisnis secara keseluruhan.

Lima manfaat tersebut jelas menunjukkan kalau fintech sudah membuka jalan menuju masa depan keuangan yang lebih efisien, inklusif, dan cerdas. 

Peran fintech dalam mengubah landscape keuangan tidak hanya jadi tren sementara, tapi sebagai evolusi yang terus berkembang untuk memberikan solusi keuangan yang lebih baik bagi kita semua.

Akhir Kata.

Fintech hadir dengan segala kemudahan dan keunggulan yang mereka tawarkan. Tapi, jangan lupa untuk terus berhati-hati dalam bertransaksi online di mana pun dan kapan pun, ya.

Semoga artikel ini bisa menambah pengetahuan kamu tentang fintech.

Next, kita mau bahas apa lagi ya?

Referensi.

Sunday mewajibkan penulisnya untuk menggunakan sumber-sumber kredibel di setiap artikel yang diproduksi. Sumber tersebut meliputi penelitian ilmiah, data pemerintah, data internal perusahaan, laporan asli, dan wawancara dengan para ahli di industri terkait. Kami juga mengambil referensi riset dari penerbit terpercaya jika dibutuhkan. 

Artikel ini mengambil referensi dari sumber-sumber berikut.