hero-image

10 Metode Budgeting Efektif Bantu Kelola Keuanganmu!

Ada banyak cara yang bisa kamu pakai untuk mengatur keuangan dengan metode budgeting. Mulai dari yang paling klasik, yaitu mencatat setiap pemasukan dan pengeluaran di buku, sampai yang lebih modern dengan aplikasi.

Masih bingung harus memilih metode yang mana? Sebenarnya caranya sangat simple, kamu tinggal pilih metode yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kondisi finansialmu.

Nah, sebelum memilih, kamu bisa mulai dengan memahami lebih dalam tentang masing-masing metode budgeting tersebut. Yuk, kita kupas tuntas 14 metode budgeting yang bisa jadi alternatif cara mengatur keuanganmu di artikel ini!

1. Metode Tradisional.

Metode tradisional adalah salah satu metode yang paling sederhana, dan sangat cocok untuk kamu yang baru mau mulai mencoba melakukan budgeting

Dilansir dari Home Owner, dengan metode tradisional kamu hanya perlu mengurangkan pengeluaran bulananmu dari pendapatan bulananmu. Biasanya, pengeluaran ini mencakup biaya makan, tagihan rutin, hingga pembayaran utang. 

Lalu, sisa dari pendapatanmu dianggap sebagai uang tambahan yang bisa kamu gunakan untuk berbelanja, menabung, atau untuk membayar utang tambahan.

Kelebihan Metode Tradisional.

  1. Simple dan mudah diterapkan
    Metode ini sangat sederhana, jadi sangat cocok untuk kamu yang baru mulai belajar mengelola keuanganmu, belum memiliki utang, dan mau mengalokasikan uang untuk masa depan.
  1. Fleksibel
    Metode ini bisa disesuaikan dengan situasi keuanganmu, kamu bisa mengaturnya dengan mudah kalau di masa depan ada perubahan dalam jumlah pemasukan dan pengeluaranmu.

Kekurangan Metode Tradisional.

  1. Tidak ada tujuan finansial yang jelas
    Metode ini lebih berfokus pada mencocokkan pendapatan dan pengeluaranmu secara general, tanpa mempertimbangkan tujuan finansial jangka panjangmu.
  1. Tidak memotivasi untuk berhemat atau berinvestasi
    Kurangnya penekanan tentang tujuan finansial saat mengelola keuangan, bisa membuat kamu kurang termotivasi untuk berhemat atau berinvestasi.

2. Metode Amplop.

Dikutip dari Fortune, metode amplop pertama kali dipopulerkan oleh penulis keuangan pribadi, Dave Ramsey.

Dengan metode ini, kamu perlu membagi pendapatan bersihmu ke dalam beberapa kategori pengeluaran alias “amplop”.

Misalnya, kamu memiliki “amplop” untuk biaya makan, tempat tinggal, tagihan air dan listrik, hingga membayar utang atau keperluan lainnya. 

Kamu bisa melakukan metode ini dengan memasukkan uang cash ke dalam amplop yang telah diberi label nama kategori, ataupun menggunakan aplikasi bank yang memiliki fitur untuk memisahkan tabungan ke dalam beberapa jenis “dompet” seperti blu BCA atau Bank Jago.

Tapi, inti dari metode ini sebenarnya adalah membagi uangmu ke dalam beberapa kategori, bukan penggunaan amplop.

Nah, kalau kamu sudah menggunakan uang dari salah satu kategori sampai habis, kamu tidak bisa lagi menggunakan uang pada kategori tersebut sampai kamu “mengisi ulang” kembali amplop pada bulan berikutnya.

Kelebihan Metode Amplop.

  1. Mudah dilakukan secara cash atau digital
    Metode ini termasuk metode yang sederhana dan bisa dilakukan baik menggunakan uang tunai maupun secara digital. Jadi, kamu tinggal menyesesuaikan dengan preferensi dan kenyamananmu.
  1. Pengeluaran lebih terkendali
    Dengan membagi uang ke dalam kategori-kategori tertentu, metode ini membantu kamu untuk mengendalikan pengeluaranmu dengan berfokus pada prioritas.
  1. Mendorong kedisiplinan
    Selain itu, metode ini juga bisa mendorong kamu untuk lebih disiplin atas batasan yang sudah kamu tentukan di masing-masing kategori.

Kekurangan Metode Amplop.

  1. Memerlukan kedisiplinan
    Meskipun metode ini bisa mendorong kedisiplinan, tapi kamu juga harus punya tingkat disiplin yang tinggi. Kalau kamu tidak mengikuti alokasi yang sudah ditentukan, financial plan-mu bisa jadi malah tidak efektif.
  1. Tidak memperhitungkan utang, menabung, dan investasi
    Sama seperti metode tradisional, metode amplop juga masih berfokus pada alokasi pengeluaran, dan belum memperhitungkan elemen seperti pembayaran utang atau alokasi untuk investasi dan tabungan.
Baca juga:  Financial Planning: Pengertian, Manfaat, Caranya.

3. Metode Jar.

Mirip dengan metode amplop, metode jar juga salah satu metode budgeting yang berfokus pada mengalokasikan uangmu ke dalam beberapa kategori.

Dikutip dari Bustle, kalau kamu menggunakan metode jar, kamu perlu membagi pengeluaranmu menjadi enam kategori atau enam “toples”.

Sama seperti metode amplop, kamu bisa saja menggunakan toples fisik kalau kamu lebih terbiasa menggunakan uang cash. Tapi, yang terpenting dari penerapan metode ini adalah membagi uangmu ke dalam enam kategori.

Bustle sendiri menyarankan penamaan keenam “toples” sebagai berikut:

  • Pengeluaran dasar
  • Hiburan
  • Tabungan jangka panjang atau investasi
  • Pendidikan
  • Pengeluaran besar, seperti komputer atau gadget baru
  • Hadiah

Tapi pembagian ini hanya sebagai acuan saja, pastinya kamu bisa menyesuaikan masing-masing kategori dengan kebiasaan pengeluaranmu saat ini.

Kelebihan Metode Jar.

  1. Alokasi keuangan yang lebih jelas dan spesifik
    Dengan membagi pengeluaran menjadi enam kategori, kamu bisa punya pemahaman yang jelas tentang arah dan tujuan pengeluaranmu. Hal ini membantu kamu untuk lebih mudah mencapai tujuan finansialmu.
  1. Pengeluaran lebih terkendali
    Sama dengan metode amplop, metode ini membantu kamu untuk mengendalikan pengeluaranmu dengan berfokus pada prioritas. 

Kekurangan Metode Jar.

  1. Kurang fleksibel
    Pembagian pengeluaran ke dalam 6 kategori, bisa jadi membatasi fleksibilitas saat ada perubahan, seperti pendapatanmu yang meningkat atau prioritas pengeluaran yang berubah. Kamu harus menata ulang kembali rencanamu untuk menyesuaikannya dengan kondisi yang baru.
  1. Kesulitan mengatasi pengeluaran di luar keenam kategori
    Kalau ada pengeluaran di luar kategori yang sudah ditetapkan, metode ini mungkin bisa membuatmu kesulitan mengelola atau mengatasi situasi tersebut tanpa mengganggu keseluruhan budget plan-mu.

4. Metode Zero-Based.

Dirangkum dari Social Finance dan Home Owner, inti dari metode zero-based ini adalah untuk menghabiskan semua pendapatanmu setiap bulannya. 

Tapi, bukan berarti kamu menghabiskannya untuk apa pun yang kamu mau. Sebaliknya, tujuan dari metode ini adalah memberikan tujuan yang jelas untuk seluruh uang yang kamu keluarkan agar tidak dihabiskan secara impulsif.

Dengan metode ini, kamu akan mengalokasikan seluruh pendapatanmu ke dalam berbagai kategori pengeluaran, seperti tagihan, biaya makan, belanja, dan tabungan. 

Dan seperti namanya, setelah kamu memberikan tujuan untuk uangmu, kamu akan berakhir dengan 0 rupiah yang tersisa.

Kelebihan Metode Zero-Based.

  1. Fokus pada pengeluaran penting
    Metode ini bersifat lebih spesifik dan mendorong kamu untuk fokus pada pengeluaran yang dianggap penting, jadi kamu bisa terhindar dari pengeluaran yang tidak diperlukan.

Kekurangan Metode Zero-Based.

  1. Butuh waktu dan usaha lebih
    Menerapkan metode zero-based memerlukan waktu dan usaha yang lebih banyak dari metode sebelumnya, karena perencanaan pada metode lebih spesifik dan harus dilakukan dengan lebih teliti.
  1. Kurang fleksibel
    Metode ini mungkin kurang fleksibel ketika ada perubahan mendadak dalam kondisi keuanganmu atau kebutuhan mendesak yang memerlukan pengalokasian dana secara cepat.

5. Metode 60% Solution.

Dirangkum dari dari Prudential dan Money254, metode ini dipopulerkan oleh jurnalis keuangan, Richard Jenkins. 

Metode 60% solution yang dikenal juga sebagai metode 60/40, adalah salah satu metode budgeting proporsional yang dilakukan dengan membagi pendapatanmu kedalam 2 kategori, yaitu:

  • 60% untuk pengeluaran pasti atau committed expenses, yang mencakup kebutuhan pokok seperti biaya makan, tempat tinggal, transportasi, pajak, premi asuransi dan utilitas. Selain itu, ini juga mencakup pengeluaran bulanan lainnya seperti tagihan tetap karena kamu mengikuti membership gym.
  • 40% sisanya untuk tabungan atau pengeluaran di luar gaya hidup bulananmu. Jenkins merekomendasikan alokasinya, sebagai berikut:
    – 10% untuk tabungan pensiun
    – 10% untuk tabungan jangka panjang/pelunasan utang
    – 10% untuk tabungan jangka pendek
    – 10% sebagai “fun money” untuk kegiatan hiburan seperti menonton konser, jalan-jalan, atau pengeluaran tidak biasa lainnya.

Kelebihan Metode 60% Solution.

  1. Fleksibel dan realistis
    Metode ini memberikan fleksibilitas untuk kamu mengatur pengeluaran apa saja yang termasuk dalam masing-masing kategori.

    Kalau kedepannya pendapatanmu bertambah atau prioritas pengeluaranmu berubah, kamu juga bisa lebih mudah menyesuaikan perubahan tersebut dengan mengacu pada persentase masing-masing kategori.
  1. Metode yang simple
    Metode ini termasuk dalam metode yang sederhana karena kamu hanya perlu membagi pendapatanmu dalam 2 kategori yang sudah ditentukan acuan persentasenya. Jadi ini cocok untuk kamu yang tidak suka hal-hal yang rumit dan memakan banyak waktu.

Kekurangan Metode 60% Solution.

  1. Rencana yang kurang mendetil.
    Kalau dibandingkan dengan metode amplop dan zero-based, maka alokasi keuangan dalam metode ini masih kurang spesifik karena lebih mengandalkan proporsi dari kedua kategori. Jadi, metode ini kurang cocok untuk kamu yang suka mengatur rencana dengan sangat detil.
Baca juga:  Nggak Bisa Online! Ini Cara Mendapatkan EFIN di 2024!

6. Metode 80/20.

Metode 80/20 juga dikenal sebagai metode anti-budget atau metode “pay yourself first“, yang berfokus pada tabungan dibandingkan dengan pengeluaran.

Menurut CNBC, dengan metode 80/20 kamu harus menyisihkan pendapatanmu menjadi 2 kategori, yaitu: 

  • 20% untuk pembayaran utang, tabungan, dan investasi.
    Saat pertama kali menggunakan metode ini, kalau kamu memiliki utang maka kamu dapat mengalokasikan 20% ini untuk melunasi utangmu terlebih dahulu. Lalu, setelah lunas kamu bisa berfokus pada dana darurat, dan terakhir investasi. Dengan melakukan ini, kamu “membayar diri sendiri” terlebih dahulu dengan menyisihkan uang untuk tujuan keuangan jangka panjangmu.
  • Sisa 80% dialokasikan untuk kebutuhan dan keinginan.
    Hal ini termasuk biaya makan, tempat tinggal, hiburan, dan lainnya. Alokasi keuangan yang lebih detail pada kategori ini bisa kamu sesuaikan dengan kebutuhanmu.

Bagian terpenting dari aturan ini adalah, setidaknya 20% dari pendapatanmu dialokasikan untuk tujuan keuangan jangka panjangmu.

Kelebihan Metode 80/20.

  1. Prioritas untuk keuangan jangka panjang
    Dengan mengalokasikan 20% dari pendapatanmu untuk membayar utang, investasi, dan tabungan, metode ini menempatkan prioritas pada aspek keuangan jangka panjang. Jadi, kamu bisa lebih mudah mencapai tujuan keuanganmu.
  1. Fleksibel dan mudah diterapkan
    Konsep sederhana dari membagi pendapatan menjadi dua kategori besar (20% dan 80%) dan kebebasan mengatur alokasi pada masing-masing kategori, membuat metode ini mudah dipahami dan bisa digunakan oleh siapa saja. 

Kekurangan Metode 80/20.

  1. Rencana yang kurang mendetil. 
    Sama dengan metode 60% solution, alokasi keuangan dalam metode ini masih kurang spesifik karena lebih mengandalkan proporsi dari kedua kategori. Jadi, metode ini kurang cocok untuk kamu yang suka mengatur rencana dengan sangat detil.

7. Metode 50/30/20.

Metode 50/30/20 adalah salah satu metode budgeting yang paling populer.

Dilansir dari Forbes, dengan metode ini kamu perlu membagi pendapatanmu dalam tiga kategori utama, yaitu:

  • 50% dari pendapatanmu dialokasikan untuk mencukupi kebutuhan pokok, seperti makan, tempat tinggal, dan utilitas.
  • 30%-nya kamu alokasikan untuk kebutuhan sekunder atau hiburan, misalnya liburan, membayar langganan aplikasi streaming yang kamu punya, atau membeli mobil.
  • 20% sisanya kamu alokasikan untuk tabungan, pembayaran utang, dan investasi.

Kelebihan Metode 50/30/20.

  1. Simple dan mudah diterapkan
    Konsep pembagian pendapatan pada metode ini sangat sederhana dan jelas. Dengan acuan yang lebih spesifik, kamu bisa lebih mudah mengalokasikan uangmu.
  1. Keseimbangan antara kebutuhan, keinginan, dan rencana masa depan
    Berbeda dengan metode 60% solution atau 80/20, metode ini memberikan acuan proporsi yang lebih spesifik dan seimbang antara memenuhi kebutuhan sehari-hari (50%), menikmati keinginan (30%), dan menyisihkan dana untuk masa depan (20%).
  2. Fleksibel dan realistis
    Metode ini memberikan fleksibilitas untuk kamu mengatur pengeluaran apa saja yang termasuk dalam masing-masing kategori. Kalau kedepannya pendapatanmu bertambah atau prioritas pengeluaranmu berubah, kamu juga bisa lebih mudah menyesuaikan perubahan tersebut dengan mengacu pada persentase masing-masing kategori.

Kekurangan Metode 50/30/20.

  1. Rencana yang kurang mendetil
    Alokasi keuangan dalam metode ini juga masih kurang spesifik karena lebih mengandalkan proporsi dari ketiga kategori. Jadi, metode ini kurang cocok untuk kamu yang suka mengatur rencana dengan sangat detil.

8. Metode 70/20/10.

Metode lain yang bisa jadi pilihan untuk mengatur uang bulananmu adalah metode 70/20/10. Pada dasarnya, metode ini mirip dengan metode 50/30/20. Hanya saja, perbedaan antara kedua metode ini ada pada besaran persentase dan alokasinya.

Dikutip dari Business Insider, metode 70/20/10 membagi pendapatanmu menjadi tiga kategori, yaitu: 

  • 70% untuk pengeluaran bulanan, mencakup kebutuhan pokok dan keinginan
  • 20% untuk tabungan atau investasi
  • 10% untuk pembayaran utang atau donasi

Kelebihan Metode 70/20/10.

  1. Mendorong perencanaan masa depan
    Metode ini sangat cocok untuk kamu yang ingin merencanakan masa depan karena terdapat alokasi yang spesifik untuk tabungan atau investasi. Jadi, kamu bisa membangun keamanan finansial jangka panjang dan merencanakan masa depanmu dengan baik.
  1. Mendorong tanggung jawab
    Memberikan alokasi sebesar 10% untuk pembayaran utang atau donasi, mencerminkan tanggung jawab kamu terhadap dirimu sendiri ataupun sosial. 

Kekurangan Metode 70/20/10.

  1. Potensi overbudget.
    Alokasi kebutuhan pokok dan keinginan yang tidak diatur secara spesifik dan berada dalam kategori yang sama bisa menyebabkan potensi overbudget kalau tidak diatur dengan baik.
Baca juga:  Cara Bayar Pajak Motor Online di Aplikasi SIGNAL, Praktis!

9. Metode Debt Avalanche.

Sedikit berbeda dengan metode-metode sebelumnya, Debt Avalanche berfokus pada melunasi utang.

Dilansir dari Investopedia, metode debt avalanche adalah strategi budgeting yang dibuat untuk membantu kamu mengurangi utang dan menghemat uang dari bunga yang dikenakan. 

Dengan metode ini, kamu perlu membayar nilai minimum untuk setiap utang yang kamu punya, lalu mengalokasikan dana lebih yang tersedia untuk melunasi utang dengan tingkat bunga tertinggi

Setelah satu utang dengan saldo dan bunga tertinggi lunas, kamu bisa menggunakan uang tersebut untuk melunasi utang kedua dalam antrian sampai semua utangmu hilang!

Metode ini akan sangat membantu kalau kamu punya lebih dari satu utang dan mau terbebas dari utang-utang tersebut dengan cepat dan efisien secara biaya.

Kelebihan Metode Debt Avalanche.

  1. Penghematan dari beban bunga
    Dengan melunasi utang yang nilai dan bunganya lebih besar, kamu bisa menghemat biaya bunga yang lebih tinggi yang harus kamu bayarkan kalau kamu mempertahankan utang itu lebih lama.

Kekurangan Metode Debt Avalanche.

  1. Tidak memperhatikan besaran utang
    Debt avalanche tidak memperhatikan besaran utang secara keseluruhan, sehingga utang yang lebih besar mungkin memerlukan waktu yang lebih lama untuk dilunasi, meskipun memiliki tingkat bunga yang lebih rendah.
  1. Proses pembayaran yang lebih lama
    Meskipun secara matematis efisien, metode ini mungkin bisa membuat kamu merasa terbebas dari utang terjadi lebih lambat, terutama kalau utang dengan bunga tertinggi juga termasuk yang terbesar.

Metode Debt Snowball.

Selain metode debt avalanche, kamu juga bisa menggunakan metode debt snowball untuk membantumu melunasi utangmu.

Tapi, cara kerja metode ini sebenarnya berbanding terbalik dengan metode debt avalanche. Dikutip dari Investopedia, dengan metode debt snowball, kamu perlu melunasi utangmu mulai dari nilai utang dan bunga yang terkecil hingga terbesar.

Mungkin sebagian orang menganggap metode ini aneh dan kurang efisien karena kita sudah tahu kalau kita membayar bunga terbesar maka kita akan lebih untung. Tapi, metode ini bisa membantu kamu mempertahankan motivasi untuk terbebas dari utang dengan menerapkan prinsip “selesaikan tugas yang paling mudah dulu”.

Kelebihan metode Debt Snowball.

  1. Dorongan motivasi psikologis
    Dengan melunasi utang terkecil terlebih dahulu, kamu bisa mendapatkan dorongan motivasi untuk melunasi utang lebih lanjut karena rasa terbebas dan tenang yang kamu dapatkan saat utangmu mulai terlunasi satu per satu.
  1. Mengurangi beban pikiran
    Dengan mengurangi jumlah utang yang harus kamu bayar, pastinya kamu bisa mengurangi stres dan kecemasan akibat masalah keuangan.

Kekurangan metode Debt Snowball.

  1. Kurang efisien secara finansial dalam jangka panjang
    Meskipun memberikan dorongan motivasi, metode ini mungkin mengakibatkan kamu harus membayar lebih banyak bunga secara total, terutama kalau utang dengan bunga tinggi adalah utang yang lebih besar. Dalam jangka panjang, metode ini mungkin tidak efisien secara finansial jika utang dengan bunga lebih tinggi tidak diatasi terlebih dahulu.

Nah, itu dia metode-metode budgeting yang bisa kamu gunakan untuk mengelola keuangan kamu dengan lebih efektif.

Jadi, metode mana yang paling cocok dengan kebutuhanmu?

Apapun metode yang kamu pilih, pastikan kamu selalu berkomitmen untuk mengatur uang agar tak kehabisan, ya!

Referensi.

Sunday mewajibkan penulisnya untuk menggunakan sumber-sumber kredibel di setiap artikel yang diproduksi. Sumber tersebut meliputi penelitian ilmiah, data pemerintah, data internal perusahaan, laporan asli, dan wawancara dengan para ahli di industri terkait. Kami juga mengambil referensi riset dari penerbit terpercaya jika dibutuhkan. 

Artikel ini mengambil referensi dari sumber-sumber berikut: