hero-image

Bagaimana InsurTech Mengubah Bisnis Asuransi.

Perkembangan teknologi dalam industri asuransi mengalami kemajuan yang pesat. InsurTech memiliki pengaruh yang signifikan dalam mengelola risiko dan asuransi. Namun, masih ada banyak ruang untuk pertumbuhan dan perkembangan dalam teknologi ini.

Perusahaan asuransi secara agresif berinvestasi di perusahaan teknologi dan bekerja secara internal untuk membangun solusi dan platform baru. Industri InsurTech akan terus berkembang, dengan itu akan ada banyak perusahaan baru yang memasuki pasar dan menciptakan nama untuk diri mereka sendiri.

Menurut Grand View Research, industri InsurTech di seluruh dunia bernilai $ 3,85 miliar pada tahun 2021 dan diperkirakan akan meningkat pada tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 51,7% antara tahun 2022 dan 2030.

Dalam dekade terakhir, industri asuransi telah berubah secara dramatis. Selama ini pemanfaatan teknologi baru hanya sebatas administrasi klaim dan layanan pelanggan. Dengan meningkatnya digitalisasi dan inovasi, teknologi, produk, dan layanan baru akan mengubah sektor ini yang tentunya akan terus meningkat menjadi yang lebih baik. Kemajuan teknologi sangat berpengaruh pada industri InsurTech karena pelanggan dan perusahaan asuransi pun akan sama-sama diuntungkan dari sistem yang mudah digunakan dan proses  klaim rutin yang lebih mudah.

Big data technologies dan sistem canggih lainnya mendorong perubahan dalam cara perusahaan asuransi menangani risiko, yang berpengaruh jangka panjang untuk model bisnis asuransi mereka. Pada saat ini, pelanggan membutuhkan efisiensi, aksesibilitas, dan transparansi yang lebih saat menggunakan sebuah produk. Oleh karena itu, kebutuhan teknologi dan pengetahuan baru yang digunakan untuk memproduksinya tidak mengenal batas. 

Dengan kemajuan teknologi tersebut, memungkinkan industri asuransi untuk menciptakan pengalaman klien yang lebih baik. Salah satu caranya adalah dengan memasukkan teknologi dan ide baru ke dalam proses operasional mereka. Dalam artikel ini, kita akan membahas manfaat InsurTech secara lebih detail, serta bagaimana InsurTech mengubah industri asuransi menjadi lebih maju.

Namun harus diluruskan bahwa dengan adanya perkembangan tersebut, tidak berarti bahwa perusahaan asuransi yang beroperasi secara tradisional harus menutup pintu bisnis mereka dan berhenti beroperasi.Banyak perusahaan asuransi telah mendapatkan manfaat yang signifikan dari kemitraan dan investasi mereka di banyak perusahaan InsurTech.

Seperti yang bisa lihat dalam kehidupan sehari-hari kita, teknologi sudah hadir berdampingan bersama kita. Oleh karena itu, industri InsurTech lebih mudah beradaptasi, responsif terhadap tren, dan berteknologi maju. 

InsurTech berkonsentrasi pada sistem dan solusi mobile-first yang memungkinkan klien menangani semua aspek asuransi mereka secara online. Semua tindakan dan prioritas ini membantu memodernisasi sektor asuransi dengan menekankan prosedur yang otomatis dan berbasis digital.

Contoh kegunaan teknologi di industri asuransi adalah sebagai berikut. Perusahaan asuransi tidak perlu lagi menghabiskan banyak waktu untuk berinteraksi terus menerus dengan calon konsumen. Dan di sisi lain pun pelanggan dapat memperoleh penawaran online dan meninggalkan semua informasi mereka di sistem perusahaan asuransi. Tentunya hal ini bisa membantu mereka bekerja menuju proses penjualan yang lebih efisien.

Pelanggan juga dapat mencari penawaran di waktu luang mereka, daripada menunggu perwakilan penjualan tersedia. Hal ini terutama berlaku untuk perbandingan asuransi online, di mana klien memiliki fleksibilitas yang lebih besar dan dapat membandingkan pilihan di waktu luang mereka sendiri.

Dengan adanya InsurTech, pelanggan akan bisa mengatur polis asuransi mereka secara online, melihat status asuransi mereka kapan pun dan di mana pun mereka berada. Di situlah teknologi seperti AI dan Machine Learning hadir, karena teknologi ini dapat secara otomatis menganalisis data dan memungkinkan perusahaan asuransi untuk meningkatkan basis klien mereka.

Menurut, Valuer.au terdapat 4 inovasi dari InsurTech yang memajukan industri asuransi menjadi yang lebih baik. Inovasi tersebut yaitu, Vehicle Telematics, Big Data technologies, Artificial Intelligence, dan yang terakhir adalah Machine Learning.

Vehicle telematics adalah metode pengumpulan data tentang kebiasaan dan jarak mengemudi kita. Teknologi ini sering digunakan untuk mereka yang tertarik mempunyai asuransi kendaraan. Pada era ini , perusahaan asuransi semakin mendasarkan harga asuransi pada perilaku daripada demografi dari seorang pelanggan. Agar dapat mengetahui lebih spesifik tipe polis asuransi kendaraan yang lebih tepat untuk pelanggan kita. 

Selain itu, perusahaan asuransi sering menggunakan data telematika untuk memberikan masukan mengemudi yang ditargetkan, bonus atau tips mengemudi yang aman, atau potensi penghematan biaya pada polis asuransi mobil kita. 

Big Data technologies memungkinkan perusahaan asuransi untuk mengakses kumpulan data yang lebih besar dan informasi yang lebih rinci tentang pelanggan individu. Dan juga memungkinkan mereka untuk membuat kebijakan yang lebih terkait dengan risiko yang ditimbulkan oleh individu daripada kategori demografis tempat mereka berasal. Selanjutnya, Big Data dapat membantu perusahaan asuransi dalam mengembangkan rencana yang lebih disesuaikan. 

Inovasi selanjutnya adalah Artificial intelligence (AI) dan Machine Learning. Menurut, Amazon Web Services, AI adalah teknologi yang dibangun khusus untuk memecahkan masalah kognitif yang umumnya terkait dengan kecerdasan manusia, seperti pembelajaran, pemecahan masalah, dan pengenalan pola. 

Sedangkan, Machine Learning merupakan ilmu mengembangkan algoritma dan model statistik yang digunakan sistem komputer untuk melakukan tugas tanpa instruksi eksplisit, mengandalkan pola dan inferensi sebagai gantinya.

Sementara AI dan Machine Learning masih dalam tahap awal di sektor asuransi. Namun, seiring berjalannya waktu dan perkembangan teknologi mereka akan menjadi hal yang sangat penting untuk memanfaatkan wawasan berbasis data. Selain itu, teknologi ini memiliki kemampuan untuk mengotomatisasi banyak proses operasional dan membuat tugas agen asuransi menjadi jauh lebih ringkas.