hero-image

Cloud Kitchen: Definisi, Cara Kerja, Kelebihan dan Contoh.

Back again, with another Sunday article!

Kamu pernah dengar istilah, Cloud Kitchen? Kalau masih asing, tenang aja, kita akan kupas tuntas di artikel ini. Yuk, kita mulai!

Apa Itu Cloud Kitchen?

Dikutip dari Detik Finance, cloud kitchen adalah jenis dapur komersial yang dirancang hanya untuk memasak (cooking) dan mengirim (delivery) makanan. Dengan kata lain, cloud kitchen tidak menyediakan layanan makan di tempat (dine-in) untuk pelanggan. 

Berbeda dengan restoran pada umumnya, cloud kitchen biasanya disewakan oleh pemiliknya kepada vendor-vendor F&B yang memiliki restoran kecil, di mana mereka bisa bereksperimen dalam memulai usaha mereka. Kenapa? 

Karena mereka menghemat biaya saat masa percobaan ini, mulai dari mempekerjakan staf yang jumlahnya tidak perlu sebanyak restoran biasa, hingga fleksibilitas untuk membuat menu baru dan melihat bagaimana respon pelanggan. Lalu, mereka bisa tau mana menu yang memang laku di pasaran dan menjualnya dengan skala lebih besar.

Selain itu, sering kali peralatan dapur juga sudah disediakan oleh pemilik cloud kitchen, sehingga vendor F&B yang menyewa ruangan tidak perlu membeli peralatan lagi. 

Sehingga, cloud kitchen memang jadi solusi untuk mereka yang mau membuka usaha kuliner dengan modal kecil.

Lalu, seperti apa cara kerja dan sistem cloud kitchen?

Cara Kerja Cloud Kitchen.

Berbeda dengan restoran pada umumnya yang menyediakan layanan makan di tempat untuk pelanggan, cloud kitchen justru berfokus untuk menyediakan ruang dan alat masak bagi para restoran-restoran kecil.

Kalau kamu masih belum familiar, sederhananya cloud kitchen adalah dapur bersama yang berada di sebuah ruangan besar kemudian dipisahkan dengan sekat-sekat. Masing-masing sekat tersebut lalu disewakan kepada pebisnis F&B untuk menjalankan restoran virtual mereka. 

Baca juga:  6 Manfaat Asuransi Kesehatan untuk Siasati Dampak ISPA.

Karena idenya adalah dapur bersama, maka cloud kitchen sudah menyediakan berbagai peralatan dapur yang diperlukan untuk memasak, sehingga vendor F&B tinggal menjalankan bisnis tanpa memusingkan peralatan dan tempat.

Vendor-vendor F&B tersebut sering kali memasarkan produk makanan mereka melalui platform online, seperti GoFood, GrabFood, dan ShopeeFood. 

Tiap kali pesanan masuk, vendor F&B akan menyiapkan makanan di cloud kitchen, lalu proses pengiriman akan dilakukan oleh driver dari platform-platform tersebut.

Karena menggunakan teknologi canggih, vendor F&B juga bisa menganalisis data untuk mengetahui produk makanan apa yang harus diproduksi untuk komunitas dan waktu tertentu, sesuai permintaan yang tertinggi di history sebelumnya.

Misalnya, rice bowls cenderung sangat populer antara pukul 11 pagi hingga 2 siang di daerah kampus maupun perkantoran. Data ini bisa dipotimalkan secara cepat dan real-time, sehingga penjualan bisa tinggi dan produksi bisa dilakukan dengan tepat. 

Kini, dengan semakin banyaknya aplikasi yang menawarkan layanan pengiriman makanan, cloud kitchen bisa mengkombinasikan beberapa aplikasi pengiriman ke dalam bisnis mereka. 

Dengan begitu, jumlah pesanan lebih banyak dan proses pengiriman bisa dikoordinasikan lebih mudah. Selain itu, limbah makanan juga bisa dikurangi karena produksi makanan hanya dilakukan saat pesanan datang. 

Kelebihan dari Cloud Kitchen.

Nah, kira-kira apa sih kelebihan dari cloud kitchen yang semakin hari banyak diminati para pebisnis F&B?

1. Lebih cepat dan murah. 

Salah satu keunggulan cloud kitchen adalah vendor-vendor F&B bisa meluncurkan bisnis dengan lebih cepat dan murah, karena mereka hanya perlu berinteraksi dengan pelanggan secara virtual.  

Vendor F&B tidak perlu memikirkan biaya peralatan dapur atau pun dekorasi restoran. Mereka akan menangani lebih sedikit dokumen hukum dan bisa segera mulai menjual produk makanan mereka. 

Vendor F&B bisa menguji produk mereka dengan bisnis ini sebelum berkomitmen penuh ke bisnis food truck atau restoran besar.

2. Menu fleksibel. 

Berbasis aplikasi atau web, cloud kitchen memberi vendor F&B kesempatan untuk mengubah fokus menu kitchen kapan pun mereka mau, tanpa harus khawatir memperbarui menu board atau materi cetak lainnya. 

Kalau bahan menjadi terlalu mahal atau tidak bisa diakses lagi di daerah mereka, mereka bisa dengan mudah menukar item menu agar sesuai dengan apa yang tersedia.

Baca juga:  Terbaru! Simak Realita Penetrasi Asuransi Tahun 2023 di Sini!

3. Banyak peluang untuk bereksperimen. 

Cloud kitchen memungkinkan pemilik restoran bereksperimen dengan konsep baru. Dengan ini, cloud kitchen mempunyai ruang yang sangat luas untuk trial and error. 

Cloud kitchen bisa lebih efisien karena menggunakan ruang yang dibuat khusus dan mengoptimalkan pelayanan pengiriman. Vendor F&B bisa menyiapkan bahan untuk banyak menu sekaligus jika kamu mengoperasikan beberapa brand dari satu dapur.

4. Akses data pelanggan yang mudah. 

Cloud kitchen bisa meningkatkan efektifitas prosedur pemesanan dan penjadwalan staf tergantung pada behaviour konsumen. Hal ini dilakukan untuk mempercepat interaksi di setiap customer journey – dari tahap awal mencari pilihan menu pemesanan online hingga pesanan telah dikirimkan.

Kekurangan dari Cloud Kitchen.

Meskipun menjanjikan, faktanya cloud kitchen juga memiliki kekurangan yang perlu dikalkulasikan dengan detail. 

Apa aja kekurangannya? Check this out!

1. Persaingan ketat.

Persaingan di bisnis cloud kitchen bisa sangat ketat. Vendor F&B bersaing di pasar online yang sangat besar, di mana customer bisa menggunakan aplikasi pengiriman untuk mencari beberapa perusahaan lain yang mungkin menawarkan produk dan harga yang lebih baik.

2. Kualitas layanan dipengaruhi banyak faktor.

Faktor lain yang perlu dipertimbangkan adalah bahwa reputasi layanan pengiriman hanya bergantung pada kondisi makanan yang baik. Kualitas makanan bisa dipengaruhi oleh faktor-faktor di luar kendali restoran, seperti driver terlambat karena macet atau hujan. 

Mempertahankan tingkat kualitas makanan yang tinggi sangat penting untuk mendorong pelanggan melakukan repeat order.

Sekarang, yuk kita bahas salah satu cloud kitchen terbesar di Indonesia.

Contoh Cloud Kitchen di Indonesia.

Dailybox Group adalah startup restoran online multibrand yang mencakup Dailymeals (restoran makanan siap saji) dan Shirato (restoran hibrida sushi-burrito).

Kelvin Subowo, Co-Founder Dailybox, mengatakan bahwa keberadaan Dailybox Group dimulai pada 2018 ketika teman-temannya menyarankan untuk memulai layanan delivery order.

Awalnya, pelanggan bisa makan di restoran asli Dailybox, yang hanya memiliki luas 200 meter persegi di Pluit, Jakarta Utara. Tapi, mereka secara bertahap mengubah fokus bisnis untuk mengumpulkan pesanan melalui ojek online dengan harga yang lebih murah.

Baca juga:  Asuransi Kesehatan: Jenis, Manfaat, Syarat, dan Tips Memilih.

Kelvin Subowo mengatakan bahwa tujuan dibentuknya Dailybox Group adalah untuk mendisrupsi pasar F&B Indonesia dengan berbagai makanan rumahan yang praktis dan berkualitas tinggi.

Teknik penjualan online Dailybox pada saat itu mengumpulkan banyak order yang menguntungkan, yang mempengaruhi pertumbuhan pendapatan.

Dailybox kemudian mulai membuat cloud kitchen seluas 10 meter persegi pada tahun 2019 untuk membuat makanan lebih cepat dan berharap dapat mulai menerapkan cloud kitchen di tahun yang sama.

Kelvin melihat peningkatan kegembiraan klien dari 2019 hingga klimaksnya pada tahun 2020. Pada tahun 2020, bisnis Dailybox yang menguntungkan menyaksikan pertumbuhan hingga 300 persen, sementara total penjualan perusahaan meningkat 700 persen dari tahun ke tahun.

Hingga kini, Dailybox telah berkembang dari 15 lokasi di Jakarta menjadi 300 lokasi di seluruh Indonesia, dengan kapasitas produksi harian 8000 rice box.

Pada tahun 2022, Dailybox Group mendapatkan investasi pembiayaan Seri B senilai US$ 24 juta. Northstar Group dan Vertex Growth memimpin penggalangan dana, dengan dukungan dari Vertex Ventures Southeast Asia and India (VVSEAI) dan Kinesys Group, sebagai investor di Dailybox.

Akhir Kata.

Itu dia penjelasan tentang definisi, cara kerja, kelebihan dan kekurangan cloud kitchen. Ternyata cloud kitchen cukup sukses diterapkan di Indonesia. Bagaimana? Kamu tertarik untuk berbisnis cloud kitchen?

Referensi.

Sunday mewajibkan penulisnya untuk menggunakan sumber-sumber kredibel di setiap artikel yang diproduksi. Sumber tersebut meliputi penelitian ilmiah, data pemerintah, data internal perusahaan, laporan asli, dan wawancara dengan para ahli di industri terkait. Kami juga mengambil referensi riset dari penerbit terpercaya jika dibutuhkan. 

Artikel ini mengambil referensi dari sumber-sumber berikut.