hero-image

Mengenal Asuransi di Indonesia.

Setelah mengenal asuransi lebih dalam, sekarang yuk kita lebih mengenal lebih dalam sejarah dan perkembangan asuransi di Indonesia. Secara umum, perkembangan asuransi di Indonesia dibagi menjadi dua tahap penting, yaitu zaman penjajahan dan zaman kemerdekaan.

Dimulai pada masa kolonial, saat negeri Belanda datang ke Nusantara. Produk-produk asuransi yang pertama diketahui oleh masyarakat Indonesia merupakan asuransi umum. 

Menurut buku History of Insurance in Indonesia pada tahun 1853 perusahaan asuransi kerugian yang beroperasi di Indonesia pertama kali fokus pada sektor perkebunan dan perdagangan. Perusahaan tersebut dikenal dengan nama Bataviasche Zee End Brand Assurantie Maatschappij. 

Perkebunan rempah-rempah, tembakau, dan kelapa sawit yang menjadi ciri khas tumbuhan di Indonesia berkembang pesat saat itu.  Pemerintah Belanda merasa perlu untuk memastikan kelangsungan usaha mereka dapat berjalan dengan lancar dan terlindungi dari risiko, mulai dari proses panen hingga pengiriman hasil panen ke negara mereka.

Setelah itu, perusahaan asuransi lain bernama N.V. Assurantie Mij Nederlansche Lloyd, Assurantie Mij Langeyeld Schroeder, dan Assurantie Mij Blom van der Aa menanggung kerugian yang sama. N.V. Assurantie Mij Nederlansche Lloyd kemudian mendirikan anak perusahaan yang berfokus pada mitigasi risiko kebakaran. 

Perusahaan asuransi jiwa pertama di Indonesia didirikan pada tahun 1859 dengan nama Nederlansche Indische Levensverzekering en Lijfrente Maatschappij (NILMIJ). Sejak itu Hindia Belanda mendirikan perusahaan asuransi seperti De Bataviasche Onderlinge Levensverzekerings Maatschappij, V.Indonesia, O.L Mij Boemi Poetra, dan De Onderlinge Levensverzekerings Maatschappij Djawa.

Perusahaan asuransi bahkan mengalami pertumbuhan yang lebih cepat setelah kemerdekaan. Manfaat asuransi tidak lagi terbatas pada bangsawan; masyarakat umum juga bisa mendapatkan keuntungan dari mereka. Karena Indonesia merdeka, banyak perusahaan asuransi dari zaman Belanda yang dinasionalisasi, antara lain NV Assurantie Maatschappij de Nederlandern dan Bloom Vander EEdiuba, yang menjadi PT Bendasraya Insurance. Nama asli PT. Asuransi Jiwasraya adalah De Nederlanden Van.

Setelah itu, PT Asuransi Bendasraya dan PT Umum Internasional Underwriters bergabung dan menjadi PT. Asuransi Jasindo. Ada juga perusahaan jasa asuransi lain yang namanya masih kita dengar sampai sekarang, seperti Perum Asabri, Jamsostek, dan Perum Taspen.

RW Dwidjosewojo, anggota Boedi Ooetomo cabang Yogyakarta, kemudian belajar NILLMIJ. Pada tanggal 12 Februari 1912, Dwidjosewojo, M Karto Hadi Soebroto, dan M Adimidjojo mendirikan Onderlinge Levensverzekering Maatschappij PGHB (OL Mij PGHB), sebuah perusahaan asuransi di pasar Indonesia. Dilaporkan pada Mei 2017 bahwa OL Mij PGHB kemudian berubah nama menjadi OL Mij Boemi Poetra (1912), dan sekarang dikenal sebagai Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera.

Tiga guru yang kemudian menjadi pionirnya—M.Ng.  Dwidjosewojo, MKH Soebroto, dan M. Adimidjojo—berkontribusi dalam pembentukan AJB Bumiputera 1912 pada Kongres Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) di Magelang pada 12 Februari 1912. Ketiga pribadi ini menjadi pilar utama sektor asuransi nasional Indonesia sebagai  serta “triad” para pendiri Bumiputera.  

Saat pertama kali beroperasi, AJB Bumiputera 1912 dengan nama Onderlinge Levensverzekering Maatschappij PGHB (O.L. Mij. PGHB).  Nama O.L.Mij PGHB diubah menjadi O.L.Mij.  Boemi Poetra pada tahun 1913. Pada 1921, kantor AJB Bumiputera pindah ke Yogyakarta dan tahun 1958 kantor AJB Bumiputera kembali pindah ke Jakarta. Tahun 1966 nama perusahaan berubah menjadi AJB Bumiputera.

Bentuk badan hukum joint venture dipilih untuk menjalankan asas kebersamaan dan modal ekonomi terbatas yang dimiliki oleh Persatoean Goeroe-Goeroe Hindia Belanda (PGHB). Modal dasar dalam pembentukan perusahaan asuransi joint venture adalah premi asuransi yang dibayarkan oleh masing-masing anggota sesuai dengan produk asuransi yang dibeli. Dengan demikian, Bumiputera didirikan dengan modal “nol rupiah”.

AJB Bumiputera 1912 adalah perusahaan asuransi bersama yang didirikan di atas tiga pilar ‘mutualisme’, ‘idealisme’, dan ‘profesionalisme’. Dimiliki oleh pemegang polis Indonesia dan dioperasikan untuk kepentingan pemegang polis Indonesia. AJB Bumiputera 1912 juga bisa dikatakan telah mempelopori industri asuransi jiwa Indonesia dan masih menjadi perusahaan asuransi jiwa nasional terbesar di Indonesia.

Pada tahun 2007, logo AJB Bumiputera diperbarui menjadi lebih modern dan futuristik, dengan tetap berpegang pada nilai-nilai yang telah ditetapkan. Logo Bumiputera ini terdiri dari tiga sosok manusia yang mewakili persatuan dan kebersamaan seluruh rakyat Indonesia dari berbagai laporan masyarakat, membentuk mahkota atau aksesori kepala adat yang melambangkan kedaulatan, martabat, dan kekuatan. 

Undang-Undang Perasuransian yang ditetapkan oleh Komisi XI DPR RI pada tanggal 23 September 2014, menjamin keberadaan AJB Bumiputera 1912 sebagai satu-satunya usaha perasuransian dalam bentuk “Usaha Bersama” atau “Mutual”.  Jenis usaha perasuransian yang diakui oleh Undang-Undang Perasuransian adalah yang dilakukan oleh Perseroan Terbatas (PT), Koperasi, dan Usaha Patungan (mutual).

Di usia yang telah melewati satu abad, AJB Bumiputera 1912 tidak lelah untuk terus berinovasi dan menghadirkan produk & layanan asuransi yang sesuai dengan perkembangan zaman.  AJB Bumiputera 1912 menyediakan berbagai layanan keuangan seperti asuransi jiwa, asuransi kesehatan, dana pensiun, asuransi syariah, asuransi kelompok hingga asuransi jiwa berbasis investasi.