hero-image

Apa Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Biaya Asuransi Jiwa?

Dari sekian banyak jenis asuransi, kali ini kita akan bahas lebih tentang asuransi jiwa. Penasaran ga nih teman-teman? Kalau iya, langsung scroll terus aja ya!

Seperti biasa kita akan mulai dari penjelasan dari asuransi jiwa terlebih dahulu. Asuransi jiwa bisa dikatakan sebagai sebuah kontrak perjanjian antara perusahaan asuransi  (penanggung) dan pemegang polis (tertanggung). Polis asuransi jiwa akan menjamin perusahaan asuransi melakukan pembayaran kepada pihak ketiga yang disebutkan ketika tertanggung meninggal sebagai ganti premi yang dibayarkan oleh pemegang polis selama masa hidup mereka.

Karena asuransi jiwa sangat berkaitan dengan kehidupan kita, pihak tertanggung  harus mengisi aplikasi asuransi jiwa secara akurat dan detail saat mengungkapkan kondisi kesehatan tertanggung di masa lalu maupun kondisi saat ini serta aktivitas berisiko tinggi yang sering dilakukan. Hal ini bisa menegakkan kontrak polis asuransi kita lho.

Kemudian, jenis-jenis asuransi jiwa ada apa aja sih? Nah, ada banyak jenis asuransi jiwa yang tersedia untuk memenuhi berbagai kebutuhan dan preferensi.  Jadi, kita bisa pilih-pilih terlebih dahulu sebelum melakukan kontrak perjanjian. Keputusan utama saat memilih asuransi jiwa, mau itu asuransi jiwa sementara atau permanen sangat penting untuk dipertimbangkan tergantung pada kebutuhan jangka pendek atau jangka panjang kita.

Langsung saja kita bahas ya, teman-teman!

1. Term Life Insurance (Asuransi Jiwa Berjangka) Asuransi jiwa berjangka berfungsi untuk menanggung kamu selama beberapa tahun yang sudah disepakati dan kemudian polis asuransi akan berakhir. Saat kamu beli polis Term Life insurance ini biasanya kamu akan diberikan pilihan-pilihan jangka waktu. 

Mengambil data dari investopedia.com jangka waktu yang paling umum adalah 10, 20, dan 30 tahun. Term Life Insurance hanya dapat dibayarkan saat tertanggung meninggal dunia dalam periode polis yang ditentukan. Tetapi, polis tersebut masih berlaku saat tertanggung meninggal dunia.

Lalu, jika kamu atau bisa disebut pihak tertanggung masih hidup sampai akhir jangka waktu polis berlaku, maka pihak tertanggung memiliki hak untuk memperpanjang pertanggungan polis asuransi jiwa tersebut.

Kalau tidak mau diperpanjang apa yang akan terjadi? Jika pemegang polis tidak memperpanjang maka polis asuransi tersebut akan berakhir dan pihak penanggung tidak lagi memiliki kewajiban untuk memberikan pertanggungan untuk kedepannya.

Term Life Insurance pun juga memiliki beberapa jenis sebagai berikut:

Pertama, Asuransi jiwa berjangka dengan pertanggungan tetap, yang membayar jumlah yang sama dalam manfaat kematian selama masa polis berlaku.

Kedua, Asuransi jiwa berjangka dengan pertanggungan menurun, menawarkan manfaat kematian yang lebih rendah selama jangka waktu pertanggungan. Manfaat polis ini dimulai dengan nilai yang telah ditentukan dan secara bertahap berkurang selama pertanggungan sesuai dengan metode yang dijelaskan dalam polis.

Ketiga, Asuransi jiwa berjangka dengan pertanggungan yang meningkat, memberikan manfaat kematian yang akan meningkat dengan persentase tertentu pada interval yang telah ditentukan selama masa polis.

2. Asuransi Jiwa Seumur Hidup (Permanent Life Insurance) Asuransi jiwa seumur hidup tentunya berlaku untuk seluruh hidup tertanggung kecuali pemegang polis berhenti membayar premi atau menyerahkan polis. Biasanya asuransi ini memiliki budget yang lebih tinggi dibandingkan dengan Asuransi Jiwa Berjangka. 

Permanent Life Insurance juga mempunyai beberapa jenis yaitu,

Pertama, Asuransi jiwa seumur hidup yang merupakan jenis asuransi jiwa yang mengakumulasi nilai tunai. Asuransi jiwa nilai tunai memungkinkan pemegang polis untuk menggunakan nilai tunai untuk berbagai tujuan, seperti sumber pinjaman atau uang tunai atau untuk membayar premi polis.

Kedua, Universal Life (UL) yang dikenal sebagai jenis asuransi jiwa permanen dengan komponen nilai tunai yang memperoleh bunga. Premi untuk UL bervariasi. Tidak seperti asuransi jiwa berjangka dan seumur hidup, premi dapat disesuaikan dari waktu ke waktu dan dirancang dengan manfaat kematian yang tetap atau meningkat.

Ketiga, Indexed Universal (IUL) merupakan jenis asuransi jiwa universal yang memungkinkan pemegang polis memperoleh tingkat pengembalian indeks ekuitas atas komponen nilai tunai.

Keempat, Asuransi jiwa universal variabel memungkinkan pemegang polis untuk menginvestasikan nilai tunai polis dalam rekening terpisah yang tersedia. Ini juga memiliki premi yang fleksibel dan dapat dirancang dengan manfaat tingkat kematian atau manfaat kematian yang meningkat.

3. Asuransi Unit Link – Asuransi ini menggabungkan manfaat dan fungsi dari sebuah polis asuransi dan investasi. Setelah membeli jenis asuransi ini, pihak tertanggung akan membayar premi yang nantinya akan didistribusi dengan dua pengelolaan yang berbeda. Proses pertama adalah pengelolaan premi dasar yang ditujukan untuk kepentingan proteksi tertanggung.

Lalu, pengelolaan kedua ditujukan untuk premi investasi. Dengan Jenis asuransi unit link tertanggung akan mendapatkan perlindungan asuransi seperti asuransi pada biasanya dan juga  mendapatkan hasil keuntungan dari investasi mereka.

4. Asuransi Dwiguna – Asuransi jiwa dwiguna memberikan dua manfaat: perlindungan dan tabungan. Pembayaran premi dapat dilakukan selama masa polis atau dengan cara mencicil. 

Apabila tertanggung meninggal dunia dalam jangka waktu tertentu, pemegang polis asuransi jiwa dwiguna akan menerima nilai tunai dari premi asuransi yang dibayarkan, dalam bentuk uang pertanggungan, sesuai dengan polis polis asuransi.

Dari sini kita sekarang mengetahui bahwa asuransi jiwa memiliki banyak keuntungan. Adapun beberapa manfaat dan perlindungan terpenting yang diberikan oleh polis asuransi jiwa.

Dengan membeli asuransi jiwa kita dapat memberikan dana kepada pihak ketiga/penerima yang akan menghadapi kesulitan keuangan jika kita sebagai tertanggung meninggal. Namun juga ada keuntungan pajak dari asuransi jiwa, seperti pertumbuhan nilai tunai yang ditangguhkan pajak, dividen bebas pajak, dan manfaat kematian bebas pajak, dapat memberikan peluang strategis tambahan.

Setelah itu apakah ada faktor-faktor yang mempengaruhi nilai ataupun harga dari sebuah asuransi jiwa? Tentu saja. Simak lebih lanjut ya teman-teman!

Dalam artikel ‘Factors Affecting Life Insurance Rates’, Forbes Advisor membahas 5 faktor yang mempengaruhi nilai dari sebuah asuransi.

Pertama, adalah faktor umur. Ini adalah faktor yang paling utama dikarenakan harapan hidup merupakan penentu risiko yang penting bagi perusahaan asuransi. Perusahaan asuransi mempertimbangkan usia kamu saat ini serta harapan hidup kamu. Secara umum, semakin muda kamu, semakin kecil kemungkinan kamu untuk meninggal, yang berarti semakin rendah premi asuransi jiwa bulanan. Di sisi lain, semakin tua umur kamu, semakin banyak kamu dapat mengharapkan untuk membayar.

Kedua, faktor jenis kelamin. Wanita umumnya membayar tarif lebih rendah daripada pria walaupun pada usia yang sama karena mereka dianggap akan hidup lebih lama. Menurut Pusat Statistik Kesehatan Nasional, wanita memiliki harapan hidup lima tahun lebih lama daripada pria. Karena laki-laki lebih mungkin, dibandingkan perempuan, untuk memiliki pembayaran manfaat kematian asuransi jiwa lebih cepat. 

Ketiga, adalah faktor kesehatan. Keadaan kesehatan seseorang memiliki dampak yang signifikan pada pemilihan asuransi jiwa. Sebagian besar kebijakan mengharuskan pemeriksaan medis untuk menyaring kondisi kesehatan yang dimiliki pihak tertanggung seperti penyakit jantung, diabetes, dan kanker, serta metrik medis lainnya yang dapat menunjukkan risiko.

Perusahaan asuransi sering memperoleh informasi tentang kesehatan kamu melalui pemeriksaan kesehatan asuransi jiwa, memperoleh catatan medis kamu (tentunya dengan izin kamu), dan mengakses database obat resep untuk melihat obat apa yang telah kamu minum.

Keempat, merupakan faktor lifestyle. Gaya hidup yang berbahaya dapat menyebabkan premi meningkat drastis. Aplikasi asuransi jiwa biasanya akan menanyakan pertanyaan tentang gaya hidupmu, seperti riwayat mengemudi kamu, catatan kriminal, pekerjaan berbahaya (jika pekerjaan kamu termasuk tugas berbahaya yang mengharus membayar tarif lebih tinggi), hobi berbahaya (seperti scuba diving, skydiving, dan menerbangkan pesawat dianggap berisiko untuk diasuransikan), dan faktor keuangan.

Kelima, faktor jenis polis asuransi jiwa yang kamu pilih. Salah satu faktor penting lainnya yang mempengaruhi biaya asuransi jiwa kamu adalah jenis polis yang kamu beli dan tingkat pertanggungan. Asuransi seumur hidup umumnya yang asuransi paling mahal, diikuti oleh asuransi jiwa universal, yang merupakan asuransi yang lebih mahal dibandingkan asuransi jiwa berjangka.

Jadi, inilah yang mempengaruhi nilai dari sebuah Polis Asuransi Jiwa. Semoga dari berbagai artikel yang telah disampaikan dapat membantu teman-teman agar bisa lebih mengenal dan memahami dari pengertian Asuransi Jiwa, jenis-jenisnya, hingga faktor yang mempengaruhi nilai dari sebuah Asuransi Jiwa. See you in the next article!